Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juli 2013

Cara menghubungkan dua titik koordinat dengan sebuah garis lurus pada Google Maps

langsung ajh.... ga usah banyak basa basi,,
soalnya lagi puasa,,,
nanti laper hueheehe... ^_^

lanjuttt.....

  • klik logo Windows, pojok kiri bawah Desktop
  • klik All Program -> Accessories -> Notepad
  • copy kode dibawah ini : (fungsi Ctrl + C)

<script src="http://maps.google.com/maps?file=api&amp;v=2&amp;sensor=true&amp;key=ABQIAAAAV0LoZNpqgY-rxlxY5tHlNhTk3sZGQVAGR3OJC3CutBGx_5gyMxTkSi6ThADd2ByPqNZWnId0tJkDPQ" type="text/javascript"></script> 
     
    <script type="text/javascript"> 
    function initialize() { 
    if (GBrowserIsCompatible()) { 
    var map = new GMap2(document.getElementById("map_canvas")); 
    map.setCenter(new GLatLng(-6.175372, 106.827139),16); 
     
    //ini untuk control zoom 
    map.addControl(new GLargeMapControl()); 
     
    //ini untuk kanan atas 
    var mapControl = new GMapTypeControl(); 
    map.addControl(mapControl); 
     
    //memilih jenis peta 
    map.setMapType(G_SATELLITE_MAP); 

var polyline = new GPolyline([ 
new GLatLng(6.175372, 106.827139), 
new GLatLng(21.42249, 39.826201) 
], "#00FFFF", 5); 
map.addOverlay(polyline); 

    } 
    } 
    </script> 
    <body onload="initialize()" onunload="GUnload()"> 
    <div id="map_canvas" style="width: 1000px; height: 1000px"></div> 
    </body> 
  • paste pada Notepad. (Ctrl + V)
  • lalu simpan. (Ctrl + S)
  • Klik Folder Desktop pada halaman sebelah kiri.
  • lalu pindah ke kolom bawah.
  • Isi kolom File Name : Petaku.htm
  • Save as Type : All Files
  • Encoding : ANSI
  • Klik Save
  • Minimize semua halaman.
  • double klik pada file Petaku.htm di Desktop.
  • maka terbuka dueh garis lurus di Google Maps.
Catatan :
  1. warna Merah adalah titik awal koordinat.
  2. warna Kuning adalah titik akhir koordinat
  3. bagi Muslim, hal ini juga bisa dilakukan untuk mencari arah kiblat, dengan mengganti tulisan warna merah dengan titik koordinat lokasi tempat Anda.

Selamat Mencoba.

Selasa, 29 September 2009

Kiblat

Kiblat

Kiblat adalah kata Arab yang merujuk arah yang dituju saat seorang Muslim mendirikan sholat.


Sejarah

Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem. Menurut Ibnu Katsir, Rasulullah SAW dan para sahabat shalat dengan menghadap Baitul Maqdis. Namun, Rasulullah lebih suka shalat menghadap kiblatnya Nabi
Ibrahim, yaitu Ka'bah. Oleh karena itu beliau sering shalat di antara dua sudut Ka'bah sehingga Ka'bah berada di antara diri beliau dan Baitul Maqdis. Dengan demikian beliau shalat sekaligus menghadap Ka'bah dan Baitul Maqdis. Setelah hijrah ke Madinah, hal tersebut tidak mungkin lagi. Ia shalat dengan menghadap Baitul Maqdis. Ia sering menengadahkan kepalanya ke langit menanti wahyu turun agar Ka'bah dijadikan kiblat shalat. Allah pun mengabulkan keinginan beliau dengan menurunkan ayat 144 dari Surat al-Baqarah: "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah)." [QS 2 :: 144] Juga diceritakan dalam suatu hadits riwayat Imam Bukhari: Dari al-Bara bin Azib, bahwasanya Nabi SAW pertama tiba di Madinah beliau turun di rumah kakek-kakek atau paman-paman dari Anshar. Dan bahwasanya beliau shalat menghadap Baitul Maqdis enam belas atau tujuh belas bulan. Dan beliau senang kiblatnya dijadikan menghadap Baitullah. Dan shalat pertama beliau dengan menghadap Baitullah adalah shalat Ashar dimana orang-orang turut shalat (bermakmum) bersama beliau. Seusai shalat, seorang lelaki yang ikut shalat bersama beliau pergi kemudian melewati orang-orang di suatu masjid sedang ruku. Lantas dia berkata: "Aku bersaksi kepada Allah, sungguh aku telah shalat bersama Rasulullah SAW dengan menghadap Makkah." Merekapun dalam keadaan demikian (ruku) merubah kiblat menghadap Baitullah. Dan orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab senang beliau shalat menghadap Baitul Maqdis. Setelah beliau memalingkan wajahnya ke Baitullah, mereka mengingkari hal itu. Sesungguhnya sementara orang meninggal dan terbunuh sebelum berpindahnya kiblat, sehingga kami tidak tahu apa yang akan kami katakan tentang mereka. Kemudian Allah yang Maha Tinggi menurunkan ayat "dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu" (al-Baqarah, 2:143). Hal itu terjadi pada tahun 624. Dengan turunnya ayat tersebut, kiblat diganti menjadi mengarah ke Ka'bah di Mekkah. Selain arah shalat, kiblat juga merupakan arah kepala hewan yang disembelih, juga arah kepala jenazah yang dimakamkan.

Penentuan arah kiblat


Dalam 1000 tahun terakhir, sejumlah matematikawan dan astronom Muslim seperti Biruni telah melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat di dunia. Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua h
ari dimana matahari berada tepat di atas Ka'bah, dan arah bayangan matahari dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 9.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama. Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di "balik" Ka'bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka'bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB)


Perhitungan geometris arah kiblat

Sumber ::
http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat
Ilmu Falak

Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.

Ilmu Falak disebut juga ilmu hisab, karena ilmu ini menggunakan perhitungan ( الحساب =perhitungan). Ilmu Falak disebut juga ilmu rashd, karena ilmu ini memerlukan pengamatan ( الرصد =pengamatan). Ilmu Falak disebut juga ilmu miqat, karena ilmu ini mempelajari tentang batas-batas waktu ( الميقات =batas-batas waktu).

Ruang Lingkup

Ilmu Falak pada garis besarnya dibagi menjadi dua macam, yaitu ilmu Falak Ilmiy, dan ilmu Falak Amaliy. Ilmu Falak Ilmiy disebut juga Theoritical Astronomy. Ilmu Falak Amaliy disebut juga Practical Astronomy. Ilmu Falak Amaliy inilah yang oleh masyarakat disebut sebagai ilmu Falak atau Ilmu Hisab.

Bahasan Ilmu Falak yang dipelajari dalam Islam adalah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah, sehingga pada umumnya ilmu Falak ini mempelajari 4 bidang, yakni:

1. Arah Kiblat dan bayangan arah kiblat.
2. Waktu-waktu Sholat.
3. Awal bulan.
4. Gerhana.

Sumber ::
http://id.wikipedia.org/wiki/Falak